Meski tampaknya sepele, tenyata cuci tangan mempunyai manfaat yang sangat serius, yaitu mencegah infeksi. Bayangkan, tangan kita baru saja menyentuh benda yang ada kuman koleranya. Tak lama berselang kita memegang makanan kemudian langsung menyantapnya. Beberapa jam kemudian kita mulai mual, muntah, dan buang-buang air.
Keadaan bertambah parah dan kita terpaksa masuk ke unit gawat darurat. Pettugas medis dengan cekatan berindak, menusuk pembuluh darah kita dengan jarum kemudian menyambungkannya dengan selang dan botol infus, juga memberi beberapa macam tablet yang mesti kita telan.
Setelah sembuh, kita terpaksa mengorek tabungan untuk membayr biaya pengobatan. Semua ini temtunya bukan pengalaman menyenangkan.Karena manfaatnya, maka tidak ada salahnya jika kita semakin disiplin untuk menerapkan kebiasaan mencuci tangan.
Cuci tangan sebaiknya kita lakukan pada beberapa keadaan seperti :
- Sebelum dan sesudah makan (sudah pasti)
- Setelah dari toilet
- Setelah menyentuh hewan atau kotoran hewan
- Sebelum dan sesudah mempersiapkan makanan
- Setelah mengucek hidung
- Setelah bersin atau batuk menggunakan telapak tangan untuk menutupi wajah
- Sebelum dan setelah mengobati atau membersihkan luka
- Setelah memegang sampah
- Setelah menggunakan fasilitas publik
Menurutnya, ada banyak penyakit yang bisa muncul di dalam tubuh kita bila kerap lalai mencuci tangan. Mulai dari bisul, jerawat, tifus, leptospirosis, jamur, polio, disentri, diare, kolera, cacingan, hepatitis A, hingga flu burung. Penyakit-penyakit ini dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita lewat tangan yang tercemar kuman, virus, parasit. Entah saat memegang pintu, memencet tombol lift, bersalaman, memegang kursi ataupun uang dan atau barang apa saja.
Dari tangan yang tercemar, kuman masuk ke mulut lewat makanan yang kita pegang. Jadi, tangan menjadi jembatan tersebarnya kuman dari kotoran atau tinja ke mulut. " Karena itu penyakit-penyakit seperti gastroenteritis, kolera, disentri, tifus, cacingan, hepatitis A, leptospirosis, polio dan candidiasis disebut sebagai infeksi fecal-oral. Fecal itu tinja dan oral itu mulut," jelas Hendrawan.
Beban ongkos gara-gara menyepelekan kebisaan cuci tangan juga cukup besar. Cacingan, misalnya. Kasus cacingan yang kerap menyerangg anak usia 5-14 tahun ini menghabiskan biaya pengobatan, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 30-33 miliar pertahun. Padahal angka kasus diare di Indonesia mencapai 310 per 1000 penduduk dan angka tifus mencapai 300-810 per 1000 penduduk. Masih ditambah dengan kasus-kasus lainnya. Akibat sanitasi yang buruk dan kebiasaan yang tidak sehat ini, ongkos yang yang dibuang Pemerintah Indonesia setiap tahunnya menurut WHO mencapai enam miliar dolar AS.
Aturan medis menganjurkan agar cuci tangan tak cukup sekadar bash dan terlihat bersih. Tangan harus higienis hingga tidak ditemukan lagi bibit penyakit di permukaan kulit tangan, seperti saat akan mempersiapkan bedah di ruang operasi. Untuk bisa sempurna begitu peru teknik cuci tangan yang benar.
Sejak kecil anak perlu ditanamkan kebiasaan cuci tangan yang benar. Bila terbiasa tangannya bersih, ia akan merasa risih bila kotor, basah, atau lengket. Kalau erlanjur tak terbentuk kebiasaan cuci tangan akan lebih sukar menubahnya setelah dewasa.
Inti dari tujuan cuci tangan secara medis yaitu meniadakan bibit penyakit dari permukaan kulit tangan. Selain secara mekanis, yakni membasahkan dengan air bersih megalir, juga diperlukan peniadaan bibit penyakit secara kimiawi, yaitu melalui sabun cuci tangan. Gabungan mekanis dan kimiawi dalam proses cuci tangan yang dinilai sempurna.
Anda perlu menggunakan tenik mencuci tangan agar tak ada bagian kulit tangan yang terlewat pada saat proses cuci tangan . Hal ini karenapada saat mencuci tangan, ada bagian-bagian kulit tangan yang sering luput dari proses cuci tangan. Diantaranya bawah kuku, sela jemari, pangkal jempol, dan punggung tangan. Namun apa pun teknik dan cara cuci tangan yang dipilih, jangan biarkan ada bagian kulit tangan yang luput dari proses meniadakan bibit penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar