Nafas adalah sumber energi utama dalam tubuh kita. Dengan bernafas, pembakaran pun terjadi untuk mengahsilkan energi sehingga kita bisa melakukan aktivitas hidup. Sayangnya, kita jarang sekali menyadari nafas kita. Kita hanya membiarkannya begitu saja, kadang-kadang teratur dan kadang-kadang tidak.
Dibanding kebutuhan pokok manusia lainnya, terutama kebutuhan makan dan minum, nafas bersifat jauh lebih vital. Manusia masih bisa bertahan hidup beberapa minggu tanpa makanan, asal masih bisa minum. Manusia juga masih bisa hidup beberapa hari tanpa makan dan minum, asal manusia juga masih bisa hidup beberapa hari tanpa makan dan minum, asal masih bisa bernafas. Tapi mausia tidak bisa hidup tanpa nafas dalam hitungan menit.
Jelaslah bahwa nafas sangat berarti bagi tubuh kita tanpa kita sadari. Tenggelamnya kita dalam aktivitas sehari-hari membuat kita jarang, bahkan hampir tidak pernah, menyadari kalau kita bernafas.
Manfaat dari menyadari nafas kita juga sangatlah penting. Dengan menyadari nafas, kita berkesempatan untuk melakukan pengaturan iramanya untuk menstabilkan denyut jantung dan aliran darah, yang akan membawa kita pada keadaan rileks dan tenang.
Para ilmuwan di National Institute of Health, AS, telah mengajukan sebuah teori yang bisa jadi sebuah penemuan sensasional. Merekan meyakini kalau bernafas memegang kunci dalam rahasia keteraturan tekanan darah. Menurut teori yang mereka luncurkan, seseorang dapat terhindar dari resiko tekanan darah tinggi secara signifikan dengan menurunkan sejumlah hirupan dan hembusan nafas permenit selama periode kecil setiap hari. Seseorang yang menghirup dan menghembuskan nafas lebih dari 10 kali dalam semenit dalam jumlah terbatas dianggap mencapai hasil yang bagus. Namun, masalh ini masih dalam penelitian.
Para spesialis baru-baru ini melakukan pengumpulan bukti untuk mendukung penemuan mereka. Sebuah alat khusus dibuat untuk mendukung penelitian ini. Benda ini membantu pasa pasien yang menderita tekanan darah tinggi guna belajar cara bernafas dengan perlahan. Hasil dari studi ini melibatkan peralatan yang betul-betul mengesankan. Tekanan darah dari para pasien yang biasanya berkisar antara 10 menit sehari selama 2 bulan berkurang antara 10-15 poin.
Para ilmuwan ini menemuka kalau bernafas dengan perlahan, teratur dan dalam-dalam mengarahkan pada relaksasi dan pengembangan denyut jantung. Namun, para ilmuwan menyimpulkan kalau perlengkapan tersebut tak cukup memandai untuk menghasilkan efek utama dan panjang. " Dalam sebuah cara, ini masih seperti 'kotak hitam'," ujar Dr. William Jay Elliot yangn memimpin penelitian.
Sementara itu, serangkaian tes pada hewan dilakukan untuk menemukan hubungan antara bernafas dan metabolisme, dimana memiliki pengaruh pada tekanan darah. Sudah diketahui secara luas bahwa seseorang merekam efek kuat dari stres dalam keseharian. Sres memicu percepatan nafas lebih dari biasanya secara refleks. Hasilnya, seiap nafas membawa sejumlah besar oksigen ke dalam darah. Proses tersebut memiliki efek menguntungkan pada aktivitas otak.
Di sisi lain, terlalu banyak oksigen dalam darah menghalangi kemempuan ginjal menyaring sodium dari tubuh. Sementara sodium berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. " Jika Anda melewatkan banyak waktu di balik meja dan mengkonsumsi makanan yang meningkatkan isi garam tersebut dari tubuh Anda, Anda dapat memperbaiki situasi ini dengan melakukan jalan-jalan secara teratur di tempat yang memiliki banyak tetumbuhan," ujar Dr. David Anderson yang melakukan penelitian hubungan antara hipertensi dan tingkah laku manusia.
Memang, dengan mengatur cara kita bernafas, maka beberapa jenis penyakit bisa disembuhkan. Penyembuhan suatu penyakit sebenarnya tak harus dengan bantuan dokter. Pada tingkat keparahan tertentu ternyata bisa dengan olah nafas. Misalnya influenza, batuk, atau masuk angin. Tekanan darah rendah atau tinggi pun bisa dipulihkan bila kita secara rutinmau melakukan olah nafas. Bahkan, ada orang yang mengalami kelumpuhan di separuh tubuhnya bisa membaik kondisinya setelah melakukan olah nafas secara rutin.
Penyakit-penyakit itu isa diatasi melalui latihan pernafasan melalui olah raga teratur atau dengan sengaja melatihnya dengan teknik olah pernafasan. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus kita simak untuk efektivitas latihan pernafasan yang akan kuita lakukan, yaitu :
1. Melatih paru-paru untuk meningkatkan kpasitas vitalnya. Paru-paru yang tidak pernah dilatih atau tidak pernah diajak berolah raga atau tidak pernah diajak bernafas, kapasitas vitalnya akan kecil. Ini ditandai, kalau menarik nafas tidak bisa panjang. Atau kalau diajak melakukan aktivitas fisik sedikit saja sudah tersengal-sengal. Dalam latihan pernafasan, meningkatkan kapasitas paru-paru dilakukan dengan cara menarik nafas sedalam-dalamnya, kemudian menahannya untuk beberapa saat.
2. Memaksa agar darah menjadi agresif dalam menangkap dan mengikat oksigen. Caranya dengan tidak memberikanoksigen pada darah untuk beberapa saat. Tekniknya adalah dengan membunag nafas sampai benar-benar habis, kemudian menahannya(tidak menarik nafas) sekuatnya. Denagn diperlakukan demikian, pada saat kita kembali bernafas, maka darah akan sanga agresif manengkap dan mengikat oksigen.
Manfaat olah pernafasan untuk penyembuhan penyakit bukanlah isapan jempol. Hasil evaluasi yang dilakukan Eko Trihatmono, praktisi dan instruktur seni pernafasan Kartika, terhadap 100 muridnya bisa menjadi buktinya. Setelah diajari selama sekitar 5 bulan, peserta mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa penyakit rutin seperti flu, batuk, dan masuk angin bisa sembuh tanpa obat dan susah kambuh. Derajat kesehatan tubuh meningkat yang ditandai dengan meningkatnya kebugaran tubuh dan tenaga fisik. Stres hilang serta fisik dan mental lebih rileks. Lebih percaya diri, sabar, tenang, mudah mengendalikan emosi dan mudah berkonsentrasi.
Beberapa kelebihan dan keuntungan juga bisa diapat dari penyembuhan dengan olah nafas. Penyembuhan cara ini termasuk murah karena tidak mengeluarkan biaya apa pun, kecuali untuk mempelajarinya. Caranya pun mudah dan praktis. Gerakannya sederhana dan tidak mengutamakan kekuatan otot. Penggunaan obat tidak diperlukan sehingga tidak ada efek sampingnya. Bahkan setelah sembuh pun manfaatnya masih bisa dirasakan, di antaranya kebugaran bandan terjaga dan emosi bisa terkontrol.
Dengan olah nafas, kita bisa menjadi dokter bagi diri sendiri. Kita akan tahu kapan harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan, misalnya kapan harus istirahat, memperhatikan bagian tubuh yang sakit dan lain lian. Kita juga mengetahui kebutuhan tubuh kita sendiri. " Kalau memang harus ke dokter, kita juga tahu bahwa bantuan dokter memang sudah diperlukan. Olah nafas tidak bisa berdiri sendiri,"ungkap Eko. " Dari pengalaman saya mempraktikkan olah nafas, yang mudah dialami seseorang terutama penyembuhan dari penyakit-penyakit ringan. Jadi, olah nafas bisa membantu seseorang dengan menaikkan derajat kesehatan sehingga halangan berupa penyakit ringan dengan sendirinya terputus siklusnya. Soalnya penyakit-penyakit ringan biasanya terjadi kalau kondisi fisik seseorang mulai menurun, sehingga kekebalan tubuhnya juga menurun. Penyakit itu bisa dilawan kalau kondisi fisik kita naik,"tambahnya.
Penyakit yang bisa dilawanpun bisa meningkat dengan meningkatnya kondisi tubuh melalui lah nafas. Misalnya, dulunya seseorang cuma mampu melawan flu, pada tingkat selanjutnya bisa mengatasi tekanan darahnya, rendah ataupun tinggi. Pada orang lain, gangguan persedian tubuh juga teratasi. Demikian pula dengan gangguan maag. " Yang sedikit luar biasa, ada yang sudah mengalami lumpuh separuh badannya akibat stroke, mengalami perkembangan sangat bagus setelah menjalani olah nafas selama 6 bulan. Tangan dan kakinya yang semula tidak bisa digerakkan sudah mulai memiliki tenaga,"tutur Eko.
Menurut Eko, munculnya suatu penyakit sebenarnya merupakan manifestrasi dari ketidakharmonisan kerja organ-organ tubuh kita serta ketidakselarasan kesatuan tubuh dan jiwa kita. Ketidakharmonisan dan ketidakselarasan itu berawal dari pemaksaan terhadap tubuh kita untuk bekerja berlebihan. Akibatnya, sistem kerja tubuh menjadi idak teratur. Inilah yang emudian menimbulkan ketidakharmonisan dan ketidakselarasan tersebut. Bila itu tidak disadari, organ tubuh akan semakin lemah dan akhirnya rusak.
Kekebalan tubuh juga tak berfungsi baik sehingga penyakit mudah menyusup. Olah nafas mampu membangun kembali harmoni dalam kehidupan fisik dan kejiwaan tadi secara simultan. Ketika olah nafas dilakukan, volume nafas dalam tubuh bisa dioptimalkan untuk memperkuat dan memperdayakan organ tubuh.
Derajat kesehatan tubuh juga meningkat sehingga memiliki daya tahan terhadap gangguan penyakit yang telah terlanjur masuk bisa dikalahkan.Tubuh juga didiposisikan ke dalam keadaan rileks secara menyeluruh dan membawa keadaan jiwa terlepas dari ketegangan dan suasana negatif. Tarik, tahan, dan buang.
Olah nafas bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia. Namun idealnya memang untuk mereka yang sudah bekerja dan berkeluarga, kira2 usia 30-60 tahun.
Efek yang ditimbulkan olah nafas berbeda degan olah raga. Pada olah nafas, ketika kita melakukannya memang terasa lelah. Namun, setelah latihan justru kesegaran yang kita dapatkan dan tidak lelah fisik maupun mental. Sebaliknya, pada olah raga, terutama yang sifatnya permainan, setelah latihan selama 50 menit saja misalnya, lelah pasti sangat terasa.
Inti dari perbedaan itu terletak pada adanya keteraturan. Pada olah nafas terdapat keteraturan nafas, emosi,gerak. Pada olah raga mungkin ada keteraturan gerak, tapi emos dan nafasnya mungking tidak teratur. Padahal, " Keteraturan emosi dan nafas sangat berpengaruh terhadap kesegaran tubuh dan mental,"jelas Eko.
o) Adapun bentuk-bentuk latihan olah pernafasan adalah :
1) Pernafasan Segi Tiga
-
Buang Nafas.
- Tarik Nafas
- Tahan Nafas
- Buang Nafas kembali.
2) Pernafasan Segi Empat
- Buang Nafas.
- Tahan Nafas
- Tarik Nafas
- Tahan Nafas
- Buang Nafas kembali.
Untuk latihan nafas segitiga, Anda dapat berlatih sendiri, tapi untuk nafas segi empat sebiknya Anda dibimbing oleh seorang pelatih. Seorang pelatih olah nafas yang baik, akan memberikan bimbingan mulai dari persiapan fisik dan mental, agar peserta latih tidak banyak melakukan kesalahan.