Halaman

Rabu, 29 Februari 2012

Big Bang's Taeyang Comments On His Experience Competing on 'Running Man'




Big Bang‘s Taeyang commented on his experience on popular variety show ‘Running Man’, and how the show brought out his competitive side.
When the ‘Running Man’ games began, Taeyang is reported to have showed off his excellent athleticism as well as his extreme patience to stay silent when the opposing team members were looking for him. Apparently they had such a hard time that Haha, a regular on ‘Running Man’, screamed out Taeyang’s name in English, “Sun!”
Taeyang stated, “The game was harder than I expected. I planned on ripping off the name label of the Running Man as soon as the game started, but suddenly they went to a defensive position so I had to forget my plans. The time that I hid underneath the table felt so long that I couldn’t even breathe. When I came face to face with the ‘Running Man’, I was so nervous that I felt like my heart would explode, it was a totally different dimension.”
This episode of ‘Running Man’ will feature Big Bang and broadcasts on March 4th KST.

Sabtu, 18 Februari 2012

Panjang Usia dengan Menggosok Gigi

   Kebiasaan sehari-hari terbukti bisa mempengaruhi kesehatan. Misalnya, sarapan pagi dan naik tangga tanpa disadari turun berperan memperbaiki kesehatan. Meski terkesan sepele, seiring waktu, manfaat kebiasaan kecil seperti itu akan terkumpul
   Menyikat gigi, menurut Dr. Michael Roizen, penulis The Real Age Makeover, juga bisa menambah harapan hidup sebanyak 6,4 tahun. Jadi, dengan menjaga kebiasaan sehat, Anda bisa memperpanjang angka harapan hidup.
   Kesehatan mulut yang buruk bisa memicu penyakit gusi. Penyakit peradangan ini bisa memicu penyamitan arteri, penyebab umum penyakit kardiovaskular. Dengan menggosok gigi dan flossing setiap hari, Anda bisa membebaskan mulut dari bakteri penyebab penyakit peradangan gusi dan membantu membebaskan jantung dari masalah.
   Selain cara menggosok gigi yang terlalu kuat dan pemilihan sikat yang terlalu keras, menggosok gigi juga sering dilakukan dalam waktu yang tidak tepat. Menurut drg. Robert Lessang, Sp.Perio, kebiasaan menggosok gigi lebih tepat untuk dilakukan saat bangun tidur daripada sesudah sarapan pagi. Tujuannya memang bukan untuk membersihkan sisa makanan melainkan mencegah terbentuknya plak atau karang gigi. " Sesudah sarapan pagi, pH di mulut turun sehingga resiko terjadinya abrasi atau pengikisan di gigi lebih tinggi. Sebaiknya jangan langsung menyikat gigi setelah makan, beri waktu setidaknya 25 menit " ungkap drg. Robert.
   Abrasi atau pengikisan gigi menyebabkan lapisan terluar gigi yakni enamel menipis, sehingga lapisan di bawahnya yakni dentin menjadi terbuka. Lapisan dentin ini langsung terhubung dengan syaraf sehingga sangat sensitif jika tidak terindungi. Bahkan jika terburu-buru, sisa makanan di gigi cukup dibersihkan dengan dental floss atau berkumur setelah sarapan. Asalkan saat bangun tidur sudah menggosok gigi, maka plak baru mulai terbentuk lagi 4-8 jam sesudahnya.
   Meski demikian, gosok gigi secara teratur tetap harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi. Robert menganjurkan untuk menggosok gigi setidaknya tiga kali dalam sehari.

Selasa, 14 Februari 2012

Manfaat Dahsyat Mencuci Tangan

  Kebiasaan cuci tangan pastinya bukanlah hal baru bagi kita. Kita semua pernah melakukannya walaupun dengan cara dan frekuensi yang berbeda.
   Meski tampaknya sepele, tenyata cuci tangan mempunyai manfaat yang sangat serius, yaitu mencegah infeksi. Bayangkan, tangan kita baru saja menyentuh benda yang ada kuman koleranya. Tak lama berselang kita memegang makanan kemudian langsung menyantapnya. Beberapa jam kemudian kita mulai mual, muntah, dan buang-buang air.
   Keadaan bertambah parah dan kita terpaksa masuk ke unit gawat darurat. Pettugas medis dengan cekatan berindak, menusuk pembuluh darah kita dengan jarum kemudian menyambungkannya dengan selang dan botol infus, juga memberi beberapa macam tablet yang mesti kita telan.
   Setelah sembuh, kita terpaksa mengorek tabungan untuk membayr biaya pengobatan. Semua ini temtunya bukan pengalaman menyenangkan.Karena manfaatnya, maka tidak ada salahnya jika kita semakin disiplin untuk menerapkan kebiasaan mencuci tangan.
   Cuci tangan sebaiknya kita lakukan pada beberapa keadaan seperti :

  • Sebelum dan sesudah makan (sudah pasti)
  • Setelah dari toilet
  • Setelah menyentuh hewan atau kotoran hewan
  • Sebelum dan sesudah mempersiapkan makanan
  • Setelah mengucek hidung
  • Setelah bersin atau batuk menggunakan telapak tangan untuk menutupi wajah
  • Sebelum dan setelah mengobati atau membersihkan luka
  • Setelah memegang sampah
  • Setelah menggunakan fasilitas publik
   Cuci tangan memang perlu menjadi gaya hidup. Pasalnya dari kebiasaan sederhana ini kualitas kesehatan kita pun akan meningkat. " Lebih lanjut mengubah kebiasaan orang daripada memulai menumbuhkan kebiasaan mencuci tangan," jelas Dr. Handrawan Nadesul.
   Menurutnya, ada banyak penyakit yang bisa muncul di dalam tubuh kita bila kerap lalai mencuci tangan. Mulai dari bisul, jerawat, tifus, leptospirosis, jamur, polio, disentri, diare, kolera, cacingan, hepatitis A, hingga flu burung. Penyakit-penyakit ini dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita lewat tangan yang tercemar kuman, virus, parasit. Entah saat memegang pintu, memencet tombol lift, bersalaman, memegang kursi ataupun uang dan atau barang apa saja.
   Dari tangan yang tercemar, kuman masuk ke mulut lewat makanan yang kita pegang. Jadi, tangan menjadi jembatan tersebarnya kuman dari kotoran atau tinja ke mulut. " Karena itu penyakit-penyakit seperti gastroenteritis, kolera, disentri, tifus, cacingan, hepatitis A, leptospirosis, polio dan candidiasis disebut sebagai infeksi fecal-oral. Fecal itu tinja dan oral itu mulut," jelas Hendrawan.
   Beban ongkos gara-gara menyepelekan kebisaan cuci tangan juga cukup besar. Cacingan, misalnya. Kasus cacingan yang kerap menyerangg anak usia 5-14 tahun ini menghabiskan biaya pengobatan, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 30-33 miliar pertahun. Padahal angka kasus diare di Indonesia mencapai 310 per 1000 penduduk dan angka tifus mencapai 300-810 per 1000 penduduk. Masih ditambah dengan kasus-kasus lainnya. Akibat sanitasi yang buruk dan kebiasaan yang tidak sehat ini, ongkos yang yang dibuang Pemerintah Indonesia setiap tahunnya menurut WHO mencapai enam miliar dolar AS.
   Aturan medis menganjurkan agar cuci tangan tak cukup sekadar bash dan terlihat bersih. Tangan harus higienis hingga tidak ditemukan lagi bibit penyakit di permukaan kulit tangan, seperti saat akan mempersiapkan bedah di ruang operasi. Untuk bisa sempurna begitu peru teknik cuci tangan yang benar.
   Sejak kecil anak perlu ditanamkan kebiasaan cuci tangan yang benar. Bila terbiasa tangannya bersih, ia akan merasa risih bila kotor, basah, atau lengket. Kalau erlanjur tak terbentuk kebiasaan cuci tangan akan lebih sukar menubahnya setelah dewasa.
   Inti dari tujuan cuci tangan secara medis yaitu meniadakan bibit penyakit dari permukaan kulit tangan. Selain secara mekanis, yakni membasahkan dengan air bersih megalir, juga diperlukan peniadaan bibit penyakit secara kimiawi, yaitu melalui sabun cuci tangan. Gabungan mekanis dan kimiawi dalam proses cuci tangan yang dinilai sempurna.
   Anda perlu menggunakan tenik mencuci tangan agar tak ada bagian kulit tangan yang terlewat pada saat proses cuci tangan . Hal ini karenapada saat mencuci tangan, ada bagian-bagian kulit tangan yang sering luput dari proses cuci tangan. Diantaranya bawah kuku, sela jemari, pangkal jempol, dan punggung tangan. Namun apa pun teknik dan cara cuci tangan yang dipilih, jangan biarkan ada bagian kulit tangan yang luput dari proses meniadakan bibit penyakit.

Senin, 13 Februari 2012

Mengatur Nafas, Mengatur Peredaran Darah

   Nafas adalah sumber energi  utama dalam tubuh kita. Dengan bernafas, pembakaran pun terjadi untuk mengahsilkan energi sehingga kita bisa melakukan aktivitas hidup. Sayangnya, kita jarang sekali menyadari nafas kita. Kita hanya membiarkannya begitu saja, kadang-kadang teratur dan kadang-kadang tidak.
   Dibanding kebutuhan pokok manusia lainnya, terutama kebutuhan makan dan minum, nafas bersifat jauh lebih vital. Manusia masih bisa bertahan hidup beberapa minggu tanpa makanan, asal masih bisa minum. Manusia juga masih bisa hidup beberapa hari tanpa makan dan minum, asal manusia juga masih bisa hidup beberapa hari tanpa makan dan minum, asal masih bisa bernafas. Tapi mausia tidak bisa hidup tanpa nafas dalam hitungan menit.
   Jelaslah bahwa nafas sangat berarti bagi tubuh kita tanpa kita sadari. Tenggelamnya kita dalam aktivitas sehari-hari membuat kita jarang, bahkan hampir tidak pernah, menyadari kalau kita bernafas.
   Manfaat dari menyadari nafas kita juga sangatlah penting. Dengan menyadari nafas, kita berkesempatan untuk melakukan pengaturan iramanya untuk menstabilkan denyut jantung dan aliran darah, yang akan membawa kita pada keadaan rileks dan tenang.
   Para ilmuwan di National Institute of Health, AS, telah mengajukan sebuah teori yang bisa jadi sebuah penemuan sensasional. Merekan meyakini kalau bernafas memegang kunci dalam rahasia keteraturan tekanan darah. Menurut teori yang mereka luncurkan, seseorang dapat terhindar dari resiko tekanan darah tinggi secara signifikan dengan menurunkan sejumlah hirupan dan hembusan nafas permenit selama periode kecil setiap hari. Seseorang yang menghirup dan menghembuskan nafas lebih dari 10 kali dalam semenit dalam jumlah terbatas dianggap mencapai hasil yang bagus. Namun, masalh ini masih dalam penelitian.
   Para spesialis baru-baru ini melakukan pengumpulan bukti untuk mendukung penemuan mereka. Sebuah alat khusus dibuat untuk mendukung penelitian ini. Benda ini membantu pasa pasien yang menderita tekanan darah tinggi guna belajar cara bernafas dengan perlahan. Hasil dari studi ini melibatkan peralatan yang betul-betul mengesankan. Tekanan darah dari para pasien yang biasanya berkisar antara 10 menit sehari selama 2 bulan berkurang antara 10-15 poin.
   Para ilmuwan ini menemuka kalau bernafas dengan perlahan, teratur dan dalam-dalam mengarahkan pada relaksasi dan pengembangan denyut jantung. Namun, para ilmuwan menyimpulkan kalau perlengkapan tersebut tak cukup memandai untuk menghasilkan efek utama dan panjang. " Dalam sebuah cara, ini masih seperti 'kotak hitam'," ujar Dr. William Jay Elliot yangn memimpin penelitian.
   Sementara itu, serangkaian tes pada hewan dilakukan untuk menemukan hubungan antara bernafas dan metabolisme, dimana memiliki pengaruh pada tekanan darah. Sudah diketahui secara luas bahwa seseorang merekam efek kuat dari stres dalam keseharian. Sres memicu percepatan nafas lebih dari biasanya secara refleks. Hasilnya, seiap nafas membawa sejumlah besar oksigen ke dalam darah. Proses tersebut memiliki efek menguntungkan pada aktivitas otak.
   Di sisi lain, terlalu banyak oksigen dalam darah menghalangi kemempuan ginjal menyaring sodium dari tubuh. Sementara sodium berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. " Jika Anda melewatkan banyak waktu di balik meja dan mengkonsumsi makanan yang meningkatkan isi garam tersebut dari tubuh Anda, Anda dapat memperbaiki situasi ini dengan melakukan jalan-jalan secara teratur di tempat yang memiliki banyak tetumbuhan," ujar Dr. David Anderson yang melakukan penelitian hubungan antara hipertensi dan tingkah laku manusia.
   Memang, dengan mengatur cara kita bernafas, maka beberapa jenis penyakit bisa disembuhkan. Penyembuhan suatu penyakit sebenarnya tak harus dengan bantuan dokter. Pada tingkat keparahan tertentu ternyata bisa dengan olah nafas. Misalnya influenza, batuk, atau masuk angin. Tekanan darah rendah atau tinggi pun bisa dipulihkan bila kita secara rutinmau melakukan olah nafas. Bahkan, ada orang yang mengalami kelumpuhan di separuh tubuhnya bisa membaik kondisinya setelah melakukan olah nafas secara rutin.
   Penyakit-penyakit itu isa diatasi melalui latihan pernafasan melalui olah raga teratur atau dengan sengaja melatihnya dengan teknik olah pernafasan. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus kita simak untuk efektivitas latihan pernafasan yang akan kuita lakukan, yaitu :
1. Melatih paru-paru untuk meningkatkan kpasitas vitalnya. Paru-paru yang tidak pernah dilatih atau tidak pernah diajak berolah raga atau tidak pernah diajak bernafas, kapasitas vitalnya akan kecil. Ini ditandai, kalau menarik nafas tidak bisa panjang. Atau kalau diajak melakukan aktivitas fisik sedikit saja sudah tersengal-sengal. Dalam latihan pernafasan, meningkatkan kapasitas paru-paru dilakukan dengan cara menarik nafas sedalam-dalamnya, kemudian menahannya untuk beberapa saat.
2. Memaksa agar darah menjadi agresif dalam menangkap dan mengikat oksigen. Caranya dengan tidak memberikanoksigen pada darah untuk beberapa saat. Tekniknya adalah dengan membunag nafas sampai benar-benar habis, kemudian menahannya(tidak menarik nafas) sekuatnya. Denagn diperlakukan demikian, pada saat kita kembali bernafas, maka darah akan sanga agresif manengkap dan mengikat oksigen.
   Manfaat olah pernafasan untuk penyembuhan penyakit bukanlah isapan jempol. Hasil evaluasi yang dilakukan Eko Trihatmono, praktisi dan instruktur seni pernafasan Kartika, terhadap 100 muridnya bisa menjadi buktinya. Setelah diajari selama sekitar 5 bulan, peserta mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa penyakit rutin seperti flu, batuk, dan masuk angin bisa sembuh tanpa obat dan susah kambuh. Derajat kesehatan tubuh meningkat yang ditandai dengan meningkatnya kebugaran tubuh dan tenaga fisik. Stres hilang serta fisik dan mental lebih rileks. Lebih percaya diri, sabar, tenang, mudah mengendalikan emosi dan mudah berkonsentrasi.
   Beberapa kelebihan dan keuntungan juga bisa diapat dari penyembuhan dengan olah nafas. Penyembuhan cara ini termasuk murah karena tidak mengeluarkan biaya apa pun, kecuali untuk mempelajarinya. Caranya pun mudah dan praktis. Gerakannya sederhana dan tidak mengutamakan kekuatan otot. Penggunaan obat tidak diperlukan sehingga tidak ada efek sampingnya. Bahkan setelah sembuh pun manfaatnya masih bisa dirasakan, di antaranya kebugaran bandan terjaga dan emosi bisa terkontrol.
   Dengan olah nafas, kita bisa menjadi dokter bagi diri sendiri. Kita akan tahu kapan harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan, misalnya kapan harus istirahat, memperhatikan bagian tubuh yang sakit dan lain lian. Kita juga mengetahui kebutuhan tubuh kita sendiri. " Kalau memang harus ke dokter, kita juga tahu bahwa bantuan dokter memang sudah diperlukan. Olah nafas tidak bisa berdiri sendiri,"ungkap Eko. " Dari pengalaman saya mempraktikkan olah nafas, yang mudah dialami seseorang terutama penyembuhan dari penyakit-penyakit ringan. Jadi, olah nafas bisa membantu seseorang dengan menaikkan derajat kesehatan sehingga halangan berupa penyakit ringan dengan sendirinya terputus siklusnya. Soalnya penyakit-penyakit ringan biasanya terjadi kalau kondisi fisik seseorang mulai menurun, sehingga kekebalan tubuhnya juga menurun. Penyakit itu bisa dilawan kalau kondisi fisik kita naik,"tambahnya.
   Penyakit yang bisa dilawanpun bisa meningkat dengan meningkatnya kondisi tubuh melalui lah nafas. Misalnya, dulunya seseorang cuma mampu melawan flu, pada tingkat selanjutnya bisa mengatasi tekanan darahnya, rendah ataupun tinggi. Pada orang lain, gangguan persedian tubuh juga teratasi. Demikian pula dengan gangguan maag. " Yang sedikit luar biasa, ada yang sudah mengalami lumpuh separuh badannya akibat stroke, mengalami perkembangan sangat bagus setelah menjalani olah nafas selama 6 bulan. Tangan dan kakinya yang semula tidak bisa digerakkan sudah mulai memiliki tenaga,"tutur Eko.
   Menurut Eko, munculnya suatu penyakit sebenarnya merupakan manifestrasi dari ketidakharmonisan kerja organ-organ tubuh kita serta ketidakselarasan kesatuan tubuh dan jiwa kita. Ketidakharmonisan dan ketidakselarasan itu berawal dari pemaksaan terhadap tubuh kita untuk bekerja berlebihan. Akibatnya, sistem kerja tubuh menjadi idak teratur. Inilah yang emudian menimbulkan ketidakharmonisan dan ketidakselarasan tersebut. Bila itu tidak disadari, organ tubuh akan semakin lemah dan akhirnya rusak.
   Kekebalan tubuh juga tak berfungsi baik sehingga penyakit mudah menyusup. Olah nafas mampu membangun kembali harmoni dalam kehidupan fisik dan kejiwaan tadi secara simultan. Ketika olah nafas dilakukan, volume nafas dalam tubuh bisa dioptimalkan untuk memperkuat dan memperdayakan organ tubuh.
   Derajat kesehatan tubuh juga meningkat sehingga memiliki daya tahan terhadap gangguan penyakit yang telah terlanjur masuk bisa dikalahkan.Tubuh juga didiposisikan ke dalam keadaan rileks secara menyeluruh dan membawa keadaan jiwa terlepas dari ketegangan dan suasana negatif. Tarik, tahan, dan buang.
   Olah nafas bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia. Namun idealnya memang untuk mereka yang sudah bekerja dan berkeluarga, kira2 usia 30-60 tahun.
   Efek yang ditimbulkan olah nafas berbeda degan olah raga. Pada olah nafas, ketika kita melakukannya memang terasa lelah. Namun, setelah latihan justru kesegaran yang kita dapatkan dan tidak lelah fisik maupun mental. Sebaliknya, pada olah raga, terutama yang sifatnya permainan, setelah latihan selama 50 menit saja misalnya, lelah pasti sangat terasa.
   Inti dari perbedaan itu terletak pada adanya keteraturan. Pada olah nafas terdapat keteraturan nafas, emosi,gerak. Pada olah raga mungkin ada keteraturan gerak, tapi emos dan nafasnya mungking tidak teratur. Padahal, " Keteraturan emosi dan nafas sangat berpengaruh terhadap kesegaran tubuh dan mental,"jelas Eko.
o) Adapun bentuk-bentuk latihan olah pernafasan adalah :
1) Pernafasan Segi Tiga
- Buang Nafas.
- Tarik Nafas
- Tahan Nafas
- Buang Nafas kembali.
2) Pernafasan Segi Empat
- Buang Nafas.
- Tahan Nafas
- Tarik Nafas
- Tahan Nafas
- Buang Nafas kembali.
   Untuk latihan nafas segitiga, Anda dapat berlatih sendiri, tapi untuk nafas segi empat sebiknya Anda dibimbing oleh seorang pelatih. Seorang pelatih olah nafas yang baik, akan memberikan bimbingan mulai dari persiapan fisik dan mental, agar peserta latih tidak banyak melakukan kesalahan.

Sabtu, 04 Februari 2012

10 Ways to Go Green and Save Green


Climate change is in the news. It seems like everyone's "going green." We're glad you want to take action, too. Luckily, many of the steps we can take to stop climate change can make our lives better. Our grandchildren-and their children-will thank us for living more sustainably. Let's start now.
We've partnered with the Million Car Carbon Campaign to help you find ways to save energy and reduce your carbon footprint. This campaign is uniting conscious consumers around the world to prevent the emissions-equivalent of 1 million cars from entering the atmosphere each year.
Keep reading for 10 simple things you can do today to help reduce your environmental impact, save money, and live a happier, healthier life. For more advice, purchase State of the World 2010 - Transforming Cultures: From Consumerism to Sustainability, a report from 60 renowned researchers and practitioners on how to reorient cultures toward sustainability.
  1. Save energy to save money.
    • Set your thermostat a few degrees lower in the winter and a few degrees higher in the summer to save on heating and cooling costs.
    • Install compact fluorescent light bulbs (CFLs) when your older incandescent bulbs burn out.
    • Unplug appliances when you're not using them. Or, use a "smart" power strip that senses when appliances are off and cuts "phantom" or "vampire" energy use.
    • Wash clothes in cold water whenever possible. As much as 85 percent of the energy used to machine-wash clothes goes to heating the water.
    • Use a drying rack or clothesline to save the energy otherwise used during machine drying
      .
  2. Save water to save money.
    • Take shorter showers to reduce water use. This will lower your water and heating bills too.
    • Install a low-flow showerhead. They don't cost much, and the water and energy savings can quickly pay back your investment.
    • Make sure you have a faucet aerator on each faucet. These inexpensive appliances conserve heat and water, while keeping water pressure high.
    • Plant drought-tolerant native plants in your garden. Many plants need minimal watering. Find out which occur naturally in your area.

  3. Less gas = more money (and better health!).

    • Walk or bike to work. This saves on gas and parking costs while improving your cardiovascular health and reducing your risk of obesity.
    • Consider telecommuting if you live far from your work. Or move closer. Even if this means paying more rent, it could save you money in the long term.
    • Lobby your local government to increase spending on sidewalks and bike lanes. With little cost, these improvements can pay huge dividends in bettering your health and reducing traffic. 
  4. Eat smart.

  5. Skip the bottled water.


    .
    • Use a water filter to purify tap water instead of buying bottled water. Not only is bottled water expensive, but it generates large amounts of container waste.
    • Bring a reusable water bottle, preferably aluminum rather than plastic, with you when traveling or at work.
    • Check out this short article for the latest on bottled water trends.

  6. Think before you buy.

    • Go online to find new or gently used secondhand products. Whether you've just moved or are looking to redecorate, consider a service like craigslist or FreeSharing to track down furniture, appliances, and other items cheaply or for free.
    • Check out garage sales, thrift stores, and consignment shops for clothing and other everyday items.
    • When making purchases, make sure you know what's "Good Stuff" and what isn't.
    • Watch a video about what happens when you buy things. Your purchases have a real impact, for better or worse.

  7. Borrow instead of buying.
    • Borrow from libraries instead of buying personal books and movies. This saves money, not to mention the ink and paper that goes into printing new books.
    • Share power tools and other appliances. Get to know your neighbors while cutting down on the number of things cluttering your closet or garage.

  8. Buy smart.
    •  Wear clothes that don't need to be dry-cleaned. This saves money and cuts down on toxic chemical use.
    • Invest in high-quality, long-lasting products. You might pay more now, but you'll be happy when you don't have to replace items as frequently (and this means less waste!).
    • Buy in bulk. Purchasing food from bulk bins can save money and packaging.
  9. Keep electronics out of the trash.
    • Keep your cell phones, computers, and other electronics as long as possible.
    • Donate or recycle them responsibly when the time comes. E-waste contains mercury and other toxics and is a growing environmental problem.
    • Recycle your cell phone.
    • Ask your local government to set up an electronics recycling and hazardous waste collection event.

  10. Make your own cleaning supplies.
    •  The big secret: you can make very effective, non-toxic cleaning products whenever you need them. All you need are a few simple ingredients like baking soda, vinegar, lemon, and soap.
    • Making your own cleaning products saves money, time, and packaging-not to mention your indoor air quality.
  11. Let's Go Green and Save Energy !!
    source : www.worldwatch.org/node/3915